Infrastruktur

Gaspol 3 Sif Sampai Tengah Malam! Intip Gaya Pak Menteri PU Sidak “Sekolah Rakyat” Sukoharjo yang Sempat Terkendala Jalan Rusak

Jakarta, Bincang.id – Ada yang beda nih dari gaya sidak menteri zaman sekarang! Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek Sekolah Rakyat (SR) 2 di Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (14/6). Uniknya, bukannya cuma ngecek bagian depan bangunan yang estetik, Pak Menteri malah langsung melipir ke area belakang proyek.

“Kalau di depan kan tidak kelihatan, di belakang baru ketahuan kondisinya seperti apa,” canda Menteri Dody membocorkan trik sidaknya.

Sidak ini dilakukan demi memastikan gedung sekolah baru ini siap dipakai buat Tahun Ajaran Baru 2026-2027 pertengahan Juli nanti. Kerennya, proyek Sukoharjo ini sudah masuk “zona hijau” alias aman sesuai target, padahal sebelumnya sempat pusing gara-gara jalan desa rusak parah akibat dilewati alat berat proyek.

Pekerja Janji “Mati-matian” Selesai Tepat Waktu

Saat Pak Menteri lagi sibuk ngecek bagian belakang, para tukang bangunan malah salfok dan ramai-ramai minta foto bareng. Sambil seru-seruan, mereka langsung kompak celetuk, “Kami selesaikan pekerjaan sesuai target!”

Mendengar janji itu, Menteri Dody langsung tersenyum, mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi ke arah para pekerja yang lagi masang atap di malam hari, dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras mereka.

Demi mengejar target kelar 20 Juni besok, proyek ini beneran digeber abis-abisan:

  • Total Pekerja: Memobilisasi 800 tenaga kerja (300 lokal, 500 non-lokal).
  • Sistem Kerja: Kerja rodi masa kini pakai 3 sif nonstop sampai jam 12 malam!
  • Progres Saat Ini: Sudah menyentuh angka 82,46% per 14 Juni.

Sekolah Berasrama Gratis, Fasilitasnya Gak Main-main!

Bukan sekadar sekolah biasa, mega proyek Sekolah Rakyat ini ternyata adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya mulia banget: memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia lewat jalur pendidikan.

Sekolah Rakyat ini mengusung konsep boarding school alias sekolah berasrama yang khusus dibuat untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera. Gak perlu mikir biaya, karena semuanya serba gratis tis tis! Mulai dari asrama, seragam, alat tulis, sampai laptop pun dikasih cuma-cuma.

“Bapak ibunya mungkin petani atau buruh, tapi anak-anaknya bisa jadi sarjana dan sukses,” tutur Menteri Dody.

Beda Wilayah, Beda “Curhatan” Kendalanya

Menteri Dody juga membeberkan kalau secara nasional, progres Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia sudah mencapai 78%. Tapi, beda daerah ternyata beda juga tantangannya:

  • Di Pulau Jawa (Kayak Sukoharjo): Tantangannya ada di detail arsitektur dan finishing. Bagian ini butuh waktu lama karena perlu ketelitian ekstra dan tukang yang beneran ahli.
  • Di Luar Pulau Jawa (Sumatera, Maluku, Sulawesi): Masalah utamanya ada di logistik. Susah banget mindahin bahan bangunan dari pelabuhan atau bandara ke lokasi sekolah karena akses jalannya yang ekstrem. Bahkan di Brebes, kontraktor sampai harus bikin jembatan darurat (jembatan bailey) biar gak mengganggu jalanan warga.

Kementerian PU tetap optimis minimal gedung utama SD, SMP, dan SMA di seluruh proyek fungsional total pada Juli nanti. Kudos buat para pekerja yang lembur tiap malam demi pendidikan adik-adik kita!

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker